0

Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat. Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.
Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.

Dikirim pada 28 Maret 2011 di Sahabat Nabi

Ada dua orang berbeda usia, tetapi yang satu terlihat lebih dewasa dibanding yang satunya lagi. Padahal umur keduanya sama. Mengapa bisa seperti itu? Kalau begitu, usia tidak menjadi patokan bagi manusia untuk disebut dewasa?
Secara hukum (yang berlaku di negara Indonesia), usia dewasa dimulai dari umur 17 tahun. Kalau belum mencapai 17 tahun belum bisa bikin KTP kan..
dan belum diizinkan nikah pula..hehe
Namun, jika dilihat dari sudut pengertian ‘dewasa’ itu sendiri, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dewasa adalah mencapai usia akil baligh, yaitu bukan anak-anak ataupun remaja lagi.
Tentu saja masa seseorang untuk mencapai akil baligh, berbeda satu dengan lainnya. Dewasa berarti matang. Baik matang secara biologis, maupun secara psikis.
Lalu siapa yang menentukan pantas atau tidaknya seseorang itu untuk mencapai masa akil baligh?

Dikirim pada 24 Agustus 2010 di Psikologi

Wahai putriku,,
engkau adalah perempuan yang paling pandai memakai wewangian. Oleh karena itu perliharalah dua perkataan : Nikahlah dan pakailah wewangian dengan menggunakan air hingga wangimu seperti bau yang ditimpa air hujan.
“Wahai anak perempuanku!
Bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal. Wahai anak perempuanku! Jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu. Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan.
Wahai anakku, inilah kenyataan yang engkau hadapi dan inilah masa depanmu. Inilah keluargamu, di mana engkau dan suamimu bekerja sama dalam mengarungi bahtera rumah tannga. Adapun bapakmu, itu dulu. Sesungguhnya aku tidak memintamu untuk melupakan bapakmu, ibumu dan sanak saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selamanya wahai buah hatiku. Bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya. Akan tetapi aku memintamu untuk mencintai suamimu dan hidup bersamanya, dan engkau bahagia dengan kehidupan bersamanya.
Wahai putriku yang belia, ketahuilah bahwasannya keagungan seorang suami yang paling besar adalah kemuliaan yang engkau persembahkan untuknya, dan kedamaian yang paling besar baginya adalah perlakuanmu yang paling baik. Ketahuilah, bahwasanya engkau tidak merasakan hal tersebut, sehingga engkau mempengaruhi keinginannya terhadap keinginanmu dan keridhaannya terhadap keridhaanmu (baik terhadap hal yang engkau sukai atau yang engkau benci). Jauhilah menampakkan kebahagiaan dihadapannya jika ia sedang risau, atau menampakkan kesedihan tatkala ia sedang gembira.
Sungguh hiasilah hari-hari di rumahmu kelak dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah, melalui perhatian yang baik dan ta’at pada perintah suamimu. Sesungguhnya pada qana’ah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Allah ta’ala. Buatlah janji di hadapannya dan beritrospeksilah di hadapannya juga. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.
“Wahai anakku, jangan kamu lupa dengan kebersihan badanmu, karena kebersihan badanmu

Dikirim pada 08 Mei 2010 di Psikologi


Seorang muslim yang baik adalah yang menjadikan islam sebagai jati dirinya. Sepertinya….. jarang sekali ya remaja yang tampil islami. Nngakunya beragama islam, tapi kok sepertinya malu menunjukan bahwa dia adalah seorang muslim. Hayoooo…. kira−kira kenapa ya??
1.Menganggap Islam Tidak Relevan dengan Zaman.
Hm,, kayaknya ini deh alasan pertama mengapa para remaja menjauhi islam. Katanya sih, islam itu kuno nggak ngikutin zaman. Benarkah? Bukankah islam itu rahmatan lil ‘alamin. Terus kenapa ya para remaja kok menilai islam itu kuno. Salah satu faktornya adalah kurangnya ilmu.
Sebenarnya ummat islam sendiri kenal nggak sih sama islam? Pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Gimana mau bangga jadi seorang muslim, kenal agamanya aja nggak. Padahal, islam itu agama yang indah lho…. penuh ketenangan, kedamaian dan keadilan. Lihat saja suri tauladannya, Muhammad Rasulullah saw tercinta. Ia bagaikan Al−Qur’an berjalan. Kemuliaan akhlak membuat ia mendapat gelar al−amin, yang dapat di percaya. Kalo di pikir−pikir kok ada ya manusia yang hampir mendekati sempurna sperti nabi Muhammad saw. Allah telah membimbingnya dan memilihnya sebagai panutan bagi ummat ini. Tentu saja Allah memilihkankan yang baik, kalau saja panutan yang Allah pilihkan seperti kita… waaah, kacau deh dunia! Hehe, tul ga?
Jadi kesimpulannya,

Dikirim pada 08 Mei 2010 di Islam


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”. (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)


Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah
(tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda,

Dikirim pada 02 Maret 2010 di Islam

" Hai orang - orang yang beriman, penuhilah seruan Alloh dan seruan Rasul apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan. " (QS Al-Anfal aayat 24 ).


Setiap manusia pasti selalu menginginkan kehidupan yang baik, apakah itu kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat, ini dapat dilihat dari permintaan yang selalu kita ucapkan dalam doa- Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina azabannar -. Tetapi tentunya untuk meraih kebahagian hidup di dunia dan akhirat bukanlah tanpa usaha, ada syarat - syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat memperoleh keduanya.

Dalam QS Al Anfal: 24 Alloh memberikan salah satu jalan agar kebahagian yang ingin kita raih dapat terwujud. Dalam ayat tersebut Alloh menyeru orang beriman agar dapat menjadi manusia yang responsif setiap kali Alloh dan Rosul-Nya memanggil. Panggilan Alloh dan Rosul-Nya tentu dapat dipahami sebagai ketentuan - ketentuan yang Alloh perintahkan melalui Rasul-Nya.

Dikirim pada 16 Juli 2009 di Islam

Semua orang ingin hidup sehat karena menurut slogan pemerintah yang lagi gencar-gencarnya kampanye, SEHAT ITU GAYA HIDUP. Percuma kan punya uang banyak, punya makanan enak dan punya segalanya kalau badan sakit-sakitan. Kita jadi nggak bisa menikmatinya.


Sehat itu cantik, cantik itu indah. Wah, bahagia bener kalau kita bisa tetap seperti itu. Selain enak dipandang mata, enak juga dirasakan oleh tubuh kita sendiri. Dan yang terpenting, menjaga kebugaran tubuh adalah sebagian dari ibadah. Bukankah Allah lebih menyukai muslim yang kuat dan sehat daripada muslim yang lemah dan sakit-sakitan ? Dengan merawat tubuh dan kesehatan, kita berarti telah menunaikan hak tubuh yang dianugerahkan Allah pada kita. Ini adalah bentuk syukur kita pada-Nya. Berikut ada beberapa kiat menjaga kesehatan kita.

Dikirim pada 13 Juli 2009 di Kesehatan


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4

Banyaknya aktifitas yang kita kerjakan setiap hari bisa menjadikan kita stress, sebenarnya penyebab utama dari BT ato Stress kecil ini adalah ada beebrapa hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, contohnya akan pergi ke Mall dengan teman-teman tetapi tidak jadi karena hujan atau kendaraan yang akan kita pakai macet, hal ini bisa membuat kita BT atau stress, selain itu juga karena pembatalan sebuah janji oleh seseorang, yang mana pembatalan itu secara satu pihak, apa lagi pembatalan itu dikarenakan dia mendahulukan kepentingan orang lain, sedangkan kepentingan yang seharusnya diberikan kepada kita di nomor duakan, hal ini juga bisa membuat BT, hal ini gampang cara mengatasinya...

Dikirim pada 26 Juni 2009 di Psikologi

Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.

Jalan yang haq dalam menggapai ridha Alloh ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Alloh ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

Perintah birrul walidain tercantum dalam surat An-Nisa:36, Alloh berfirman:
"Dan sembahlah Alloh dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya, sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri"

Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua dan Pahalanya

1. Adalah amal yang paling utama, sesuai sabda Rosululloh:

"Aku bertanya kepada Nabi tentang amaal-amal yang paling utama dan dicintai Alloh. Nabi menjawab, pertama sholawat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan sholat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Alloh (HR. Bukhori I/134, Muslim no 85)"

Dikirim pada 07 Juni 2009 di Islam



Seorang akhwat sejati bukanlah di lihat dari kecantikan paras wajahnya, tapi di lihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati bukan di lihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi di lihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tapi dari keikhlasan ia memberi kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan di lihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Dikirim pada 17 Mei 2009 di Islam
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah Fildzah ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 189.350 kali


connect with ABATASA